

Sebelum mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), banyak calon pembeli hanya fokus menyiapkan dokumen dan uang muka (DP). Padahal, ada satu faktor penting yang sering menentukan apakah pengajuan KPR disetujui atau ditolak, yaitu BI Checking, yang kini dikenal sebagai SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan).
Riwayat kredit yang baik akan meningkatkan peluang pengajuan KPR disetujui oleh bank. Sebaliknya, jika terdapat catatan tunggakan atau kredit bermasalah, proses persetujuan KPR bisa menjadi lebih sulit.
Lantas, apa itu BI Checking, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa sangat berpengaruh terhadap pengajuan KPR? Simak penjelasannya berikut ini.
BI Checking adalah istilah yang dahulu digunakan untuk menyebut sistem pemeriksaan riwayat kredit seseorang oleh Bank Indonesia. Saat ini, layanan tersebut telah beralih ke SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Melalui SLIK OJK, bank dapat melihat riwayat pinjaman calon debitur, termasuk:
Informasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi bank dalam menilai kemampuan dan kedisiplinan calon nasabah sebelum memberikan pembiayaan KPR.
Ketika Anda mengajukan KPR, bank tidak hanya menilai besarnya penghasilan, tetapi juga melihat apakah Anda memiliki kebiasaan membayar cicilan tepat waktu.
Jika riwayat kredit menunjukkan pembayaran yang lancar, peluang persetujuan KPR akan lebih besar. Sebaliknya, apabila terdapat tunggakan yang belum diselesaikan, bank dapat menganggap pengajuan memiliki risiko yang lebih tinggi.
Karena itu, menjaga riwayat kredit tetap baik merupakan langkah penting sebelum mengajukan pembiayaan rumah.
Dalam SLIK OJK, riwayat kredit dibagi menjadi beberapa kategori kolektibilitas.
| Kolektibilitas | Keterangan |
|---|---|
| Kol 1 | Kredit lancar, pembayaran selalu tepat waktu. |
| Kol 2 | Terdapat keterlambatan ringan, tetapi masih dalam batas tertentu. |
| Kol 3 | Kredit kurang lancar dengan tunggakan yang mulai signifikan. |
| Kol 4 | Kredit diragukan karena keterlambatan pembayaran cukup lama. |
| Kol 5 | Kredit macet atau gagal bayar. |
Secara umum, bank lebih menyukai calon debitur dengan riwayat pembayaran yang baik karena menunjukkan kemampuan mengelola kewajiban finansial.
Walaupun riwayat kredit sangat penting, bank juga mempertimbangkan beberapa aspek lainnya, seperti:
Semua faktor tersebut akan dipertimbangkan secara menyeluruh sebelum bank memberikan keputusan.
Calon pembeli rumah sebaiknya mengecek riwayat kredit sebelum mengajukan KPR. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apakah terdapat catatan kredit yang perlu diperbaiki.
Beberapa manfaat melakukan pengecekan lebih awal antara lain:
Agar peluang pengajuan KPR semakin besar, lakukan beberapa langkah berikut:
Dengan kondisi keuangan yang sehat dan riwayat kredit yang baik, proses pengajuan KPR biasanya akan berjalan lebih lancar.
Selain mempersiapkan dokumen dan menjaga riwayat kredit, memilih developer yang berpengalaman juga dapat membantu proses pembelian rumah.
Beberapa pengembang menyediakan pendampingan mulai dari konsultasi produk, simulasi cicilan, hingga proses pengajuan KPR ke bank rekanan. Hal ini dapat memudahkan calon pembeli dalam memahami setiap tahapan pembelian rumah.
Salah satu kawasan hunian yang dapat dipertimbangkan adalah Shaistanaya City di Sidoarjo. Dengan berbagai pilihan tipe rumah modern serta dukungan tim pemasaran yang siap membantu proses pembelian, calon konsumen dapat memperoleh informasi mengenai simulasi KPR, persyaratan pembiayaan, hingga promo yang sedang berlangsung.
Istilah BI Checking masih sering digunakan masyarakat, tetapi saat ini layanan tersebut telah digantikan oleh SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan).
Ya. Riwayat pembayaran kartu kredit menjadi bagian dari data yang tercatat dalam SLIK OJK dan dapat menjadi salah satu pertimbangan bank saat menilai pengajuan KPR.
Riwayat kredit tetap tercatat dalam sistem sebagai bagian dari histori pembiayaan. Jika pelunasannya dilakukan dengan baik, hal tersebut dapat menunjukkan rekam jejak pembayaran yang positif.
Sebagian besar lembaga jasa keuangan yang menjadi peserta SLIK OJK memanfaatkan informasi tersebut sebagai salah satu dasar analisis sebelum memberikan fasilitas kredit.
Keterlambatan tidak selalu berarti pengajuan KPR akan ditolak. Namun, semakin baik riwayat pembayaran Anda, semakin besar peluang pengajuan memperoleh persetujuan.
Memahami BI Checking atau SLIK OJK merupakan langkah penting sebelum mengajukan KPR. Riwayat kredit yang baik menunjukkan kedisiplinan dalam memenuhi kewajiban finansial dan dapat meningkatkan peluang pengajuan pembiayaan disetujui oleh bank.
Selain menjaga skor kredit, pastikan Anda memilih rumah yang sesuai dengan kemampuan finansial dan bekerja sama dengan developer yang memberikan pendampingan selama proses pembelian. Jika Anda sedang mencari perumahan modern di Sidoarjo, Shaistanaya City dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan dengan berbagai tipe rumah, fasilitas lengkap, dan dukungan proses pembelian hingga pengajuan KPR.